yHbrF5TUyfojciZ6PPqGZfgVLMhE6PEbcd4Lg8UO
Bookmark

Kelapa Sawit: Potensi Besar dalam Sektor Perkebunan, serta Panduan Lengkap Cara Budidaya Kelapa Sawit

Kelapa Sawit

Melakukan usaha budidaya sawit adalah suatu potensi besar dalam sektor perkebunan. Semakin banyak penggiat usaha budidaya kelapa sawit, maka semakin banyak pula potensi produksi beserta produk lainnya yang diproduksi dari kelapa sawit.

Indonesia dikenal dengan negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia dan potensi budidaya sawit di Indonesia semoga dapat dipertahankan dan mengalami peningkatan satiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwasanya Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor perkebunan, khususnya tanaman kelapa sawit. 

Bukannya hanya itu, pada umumnya sumber daya alam Indonesia melimpah ruah. Oleh karena itu, harapan kita semua sumber daya alam yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, serta harus adanya tindakan pelestarian agar tetap dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan.

Peranan petani sawit dan stake holder terlibat besarta dukungan pemerintah, sangat diperlukan dalam proses pengembangan usaha sektor kelapa sawit. Berikut penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan budidaya kelapa sawit.

Baca Juga! 8 Langkah Mudah Cara Menanam Bayam dalam Polybag atau Pot

Cara Budidaya Kelapa Sawit

1. Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

Setiap jenis tanaman punya syarat tumbuh tersendiri, begitu juga dengan dengan kelapa sawit. Adapun syarat umum pertumbuhan kelapa sawit yaitu lahan untuk pertumbuhan kelapa sawit memiliki iklim dan jenis tanah yng sesuai. Adapun persyaratan lebih lanjutnya mengenai lahan yaitu:

  • pH tanah berkisar 4,0-6,5
  • Kondisi tanah subur dan gembur
  • Adanya curah hujan 2500-3000 mm/tahun dan sepanjang tahunnya merata
  • Suhu 25-27 °C dan lama penyinaran matahari 5-7 jam/hari

Jika kondisi lahan kelapa sawit seperti ciri-ciri di atas, maka yakinlah hasil yang diperoleh akan lebih optimal.

2. Pemilihan Bibit Unggul Sawit

Sesudah memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit, langkah selanjutnya yaitu penggunaan bibit sawit unggul.

Bibit sawit unggul dapat diperoleh dari membelinya langsung di toko bibit pertanian atau diperoleh dari lembaga pemerintah. Kedua cara tersebut, tentunya lebih menjamin kualitas benih sawit yang didapatkan. Oh yaa guyss, kalian perlu juga mengetahui ciri-ciri bibit sawit unggul itu sendiri! Berikut ciri-ciri sawit unggul :

  • Tunas Berwarna Putih: Bibit sawit yang berwarna kecoklatan bahkan kehitaman, sebaiknya bibit tersebut jangan digunakan.
  • Daun Melebar: Salah satu ciri bibit unggul yang bisa kita tandai langsung pada daunnya yaitu, anak daun melebar dan tidak kusut. Begitu juga sebaliknya, daun yang menggulung bukanlah ciri dari bibit sawit yang unggul.
  • Kondisi Akar: Bibit sawit unggul memiliki akar yang tidak terlalu panjang. Adapun panjang akarnya berkisar 2-3 cm. Selain itu, kondisi akar bibit sawit juga perlu diperhatikan, bibit sawit unggul memiliki akar yang masih terlihat segar/tidak kering serta adanya calon akar yang berwarna kekuning-kuningan agak hijau.
  • Tempung Berwarna Hitam: Memiliki tempurung berwarna gelap merupakan ciri dari bibit sawit unggul serta tidak adanya cacat yang ditandai dengan tidak adannya retak/rusak pada tempurung.
  • Kondisi Batang Bibit Sawi: Salah satu ciri bibit sawi unggul dapat ditandai pada batangnya yang ukurannya pendek serta berdiameter lebar. Bibit sawit yang memiliki batang yang pendek dan diametar batangnya lebar akan lebih kokoh jika dibanding dengan batang yang tinggi dan kurus, karena seiring berjalannya masa pertumbuhan, batang sawit yang tinggi serta kurus akan mudah mengalami patah. 

3. Pola Tanam dan Jarak Tanam Kelapa Sawit

Sebelum menanan sawit, hal yang perlu diperhatikan yaitu pola tanam bibit kelapa sawit. Penerapan pola tanam kelapa segitiga sama sisi merupakan pola tanam yang paling efektif di area datar, sehingga untuk area berbukit/bergelombang perlu adanya perlakuan berupa “viol linning” untuk mempertahankan jumlah populasi per hektarnya dan tetap memperhatikan tingkat kesuburan tanahnya.

Teknik lainnya yang dapat diterapkan di saat menanam kelapa sawit yaitu monokultur atau tumpang sari. Menanam tanaman tertentu sekitaran kelapa sawit sangat perlu dilakukan, sebutan lain dari tindakan ini yaitu penanaman tanaman penutup tanah yang sangat bermanfaat untuk mempertahankan kelembapan, mencegah erosi serta mencegah pertumbuhan tanaman penggangu atau gulma. 

Adapun tanaman penutup tanah yang dimaksud lebih baik menggunakan jenis tanaman berupa kacang-kacangan. Tanaman penutup hendaknya langsung ditanam sesudah persiapan lahan.

4. Pembuatan Lubang Tanam

Pembentukan/pembuatan lubang hendaknya dibuat beberapa hari sebelum penanaman dilakukan. Pembuatan lubang tanam dengan ukuran 50x40cm dan kedalaman 40 cm. Jarak antar lubang tanam yaitu 9x9x9 m. Apabila lahan perkebunan sawit berupa area berbukit, maka anda harus membuat teras melingkari bukit dengan jarak 1,5 m dari sisi lereng.

Cara Menanam Bibit Kelapa Sawit

  • Musim hujan, tepatnya setelah hujan turun merupakan waktu yang tepat untuk melangsungkan penanaman kelapa sawit, supaya tersedianya air yang cukup untuk pertumbuhannya.
  • Plastik polybag hendaknya dilepaskan dengan hati-hati supaya bentukan bibit sawit dan perakarannya tidak rusak.
  • Lalu latakkan bibit sawit dalam lubang tanam
  • Lalu berikan natural Natural Glio yang telah difermentasi dengan pupuk kandang selama 1 minggu. Teknik pemberian dengan cara ditebarkan pupuk disekitan akar tanaman. Lalu setelah itu timbun dengan dengan tanah galian bagian atas.
  • Bibit yang sudah ditanam, lalu disiram POC NASA secara menyeluruh dengan dosis 5-10 ml per 1 liter air/pohonnya.

5. Pemeliharaan/Perawatan Kelapa Sawit

Setelah berlangsungnya proses penanaman kelapa sawit. Langkah selanjutnya yaitu perlu adanya upaya pemeliharaan dan perawatan kelapa sawit agar tumbuh optimal. Berikut upaya yang dapat dilakukan untuk pemeliharaan dan kelapa sawit.

6. Penyilangan dan Penjarangan 

Apabila adanya bibit sawit yang pertumbuhannya abnormal, terserang penyakit, ataupun mati, maka perlu adanya penyulaman (kegiatan menggantikan tanaman yang mati, rusak atau tidak sehat dengan menggunakan tanaman baru). Penyulaman diberlakukan saat bibit berumur 10-14 bulan.

7. Penyiangan

Penyiangan merupakan suatu upaya membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Kehadiran gulma tentunya menjadi penggangu karena menyerap nutrisi dan makanan pokok yang terdapat pada tanaman yang dihinggapinya, sehingga tanaman tersebut mengalami pertumbuhan yang tidak maksimal.

8. Pemupukan Kelapa Sawit

  • Pemupukan kelapa sawit bertujuan untuk memberikan suplai makanan terhadap kelapa sawit.
  • Proses pemupukan memegang peranan penting terhadap pertumbuhan sawit. Jadi proses pemupukan haruslah dilakukan semaksimal mungkin. 
  • Pemupukan dilakukan sesuai umur pertumbuhannya dan memakai setengah takaran dosis pupuk kimia ditambah pupuk organik cair GDIM spesialis tenaman perkebunan.

Baca Juga! Jenis-Jenis Kangkung beserta Cara Budiddayanya

9. Pemanenan Buah Sawit

  • Setelah melalui beberapa tahapandalam budidaya kelapa sawit, maka sampailah pada tahapan terakhir yaitu penen buah sawit.
  • Terdapat pepatah bahasa arab menyatakan “siapa yang menanam, dia yang memetik.”
  • Tumbuhan sawit umumnya mulai berbuah sesudah berumur 2,5 tahun dan buah sawit akan masak di 5,3 bulan setelah penyerbukan.
  • Proses pemanenan dapat dilakukan ketika berumur 31 bulan, namun perlu diketahui bahwasanya tidak semua buah kelapa sawit bisa dipanen secara bersamaan.
  • Apabila anda memetik buah sawit sebelum waktu panen, maka kedepannya pohon kelapa sawit tidak menghasilkan buah yang berkualitas kedepannya. 

Itulah pembahasan berupa informasi mengenai cara budidaya kelapa sawit. Semoga artikel ini bermanfaat. Hanya itu informasi yang dapat penulis bagikan. Sekian, Terima kasih.

Posting Komentar

Posting Komentar