Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beginilah Teknik Pemijahan Ikan Nila

Teknik Pemijahan Ikan Nila
Sumber: Pixabay

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang bersal dari Afrika di bagian timur. Ikan nila sendiri menjadi ikan peliharaan air tawar yang Booming di Indonesia pada tahun 1969. 

Pada umumnya ikan nila berukuran sedang, memilki corak tubuh berwarna kehitaman dan keabuan dengan kombinasi bercak gelap gelap yang jelas tampak pada ikan dewasa.

Berdasarkan kebiasaan makan ikan nila, ikan ini tergolong omnivora (pemakan segala), mulai dari organisme sampai tumbuhan. Jadi tidak heran ikan ini dijadikan sebagai pembasmi gulma di perairan.

Ikan nila memiliki nilai jual yang tidak tinggi, karena dianggap bukanlah ikan yang memiliki rasa dagingnya yang istimewa, tapi jangan salah ikan nila mengandung sumber protein hewani.

Ikan ini mudah berkembang biak di alam liar dan mudah dibudidayakan. Pada dasarnya ikan ini dianggap hama di perairan danau ataupun sungai, karena memakan tumbuhan air yang sebagai mana kita ketahui bahwasanya tumbuhan air sangat berguna keberadaannya (dalam batas yang wajar)bagi organisme lain di perairan.

Baik, pembahasan selanjutnya yang penulis ingin bahas lebih rinci yaitu teknik pemijahan ikan nila secara alami. alasan penulis membahas pemijahan ikan nila secara alami karena sebelumnya niat penulis ingin membahas mengenai pemijahan buatan atau semi buatan. 

Tetapi artikel rujukan tentang itu tidak penulis dapatkan karena pada dasarnya ikan nila mudah memijah secara alami dan teknik ini yang biasanya dilakukan dalam pemijahan ikan nila.

Baca juga! Cara Budidaya Ikan Mas Koki, Panduan Lengkap untuk Pemula 

Teknik Pemijahan Ikan Nila

1. Persiapan alat dan bahan

Hal utama yang harus disiapkan dalam kegiatan budidaya ikan ialah wadah atau tempat budidaya. Adapun kolam yang dibutuhkan dalam kegiatan ini ialah
  • Kolam pemeliharaan indukan. Kegunaan kolam ini untuk indukan jantan dan betina, kedua indukan tersebut harus ditempatkan di wadah yang berbeda. Tidak perlu wadah yang besar tapi cukup dengan ukuran yang memadai untuk ikan nila dewasa.
  • Kolam pemijahan. Berbeda kegunaanya dengan wadah pemeliharaan, kolam ini digunakan untuk megawinkan dua indukan ikan nila dalam suatu tempat/wadah. Semestinya wadahnya berlantaikan tanah dan dilengkapi dengan kubangan dan kemalir.
  • Kolam pemeliharan larva. Sesuai namanya, kolam ini dipeuntukan bagi larva yang baru menetas nantinya. Kontruksi kolamya bisa berupa bak semen ataupun kolam tanah.
  • Kolam pendederan. Untuk pembesaran benih maka diperlukannya kolam pendederan, adapun benih dibesarkan mencapai ukuran 10-12 Cm atau sampai mencapai ukuran besar yang siap dipindahkan ke kolam pembesaran nantinya.

2. Pemilihan indukan ikan nila

Untuk mendapatkan induk ikan nila yang siap untuk mijah hendaknya didapatkan di tempat yang sudah terpercaya seperti, balai perikanan terdekat.

Anda juga bisa memelihara ikan nila dari benihnya yang nantinya dijadikan sebagai indukan yang siap mijah, dengan memerhatikan nutrisinyaagar menjadi indukan yang unggul karena benih unggul dihasilkan dari indukan yang unggul pula.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih indukan ikan nila yaitu:
  • Tidak berasal dari indukan yang sama atau berasal dari keturunan yang berbeda.
  • Tentunya memiliki postur badan yang normal dan dalam keadaan sehat (bebas dari penyakit)
  • Pola susunan sisik yang rapi dan memiliki ukuran sisik yang besar
  • Memilki yang mengkilap dan tubuh yang tebal
  • Pergerakanya lincah, bersifat responsif terhadap pakan yang diberikan
  • Ukuran kepala relatif kecil dibandingkan badannya.

3. Pemeliharaan indukan ikan nila

Setelah dilakukannya pemilihan induk, maka tahap selanjutnya yaitu pemeliharaan indukan. Pemeliharaan kedua indukan (jantan dan betina) dilakukan dalam wadah yang terpisah.

Pada kolam pemeliharaan indukan jantan dan betina harus dibuat seri dan sumber pengairannya haruslah berbeda sumbernya agar buanganair dari kolam indukan jantan tidak mengalir ke kolam indukan betina dan begitu pula sebaliknya. 

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pemijahan liar, yang berkemungkinan terjadinya pembuahan karena sperma indukan jantan terbawa ke kolam betina.

Dalam proses pemeliharaan indukan, sepatutnya indukan nila dieberikan pakan yang memilki kadar protein tinggi, >35%. Kadar protein tersebut berbeda dengan kadar perotein untuk pembesaran ikan nila yaitu hanya 2%. 

Pemberian kadar protein yang berlebih saat tahap pemeliharaan induk bertujuan agar gonad tumbuh dengan maksimal.

4. Pemijahan ikan nila

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwasanya ikan nila sangat mudah memijah dengan sendirinya (secara alami). Pemijahannya dilakukan secara massal, penebaran indukannya dilakukan secara bersamaan dengan perbandingan jantan dan betina 1:3.

Pemijahan ikan nila biasanya berlansung pada hari ke-7 pasca penebaran induk. Saat berlangsungnya pemijahan, pakan diberikan seperti di kolam pemeliharaan induk. Pemijahan terjadi di dasar kolam, tepatnya dalam kubangan atau cekungan. 

Setelah terjadinya kecocokan antar induk maka induk jantan akan mengeluarkan sel telur yang kemudian akan di buahi oleh sperma indukan jantan. Indukan betina akan mengerami telur yang telah terbuahi dalam mulutnya.

Pada saat pengeraman telur, biasanya indukan betina tidak makan. Jadi pemeberian pakannya bisa dikurangi dan hal ini berdampak baik bagi kebersihan kolam (pakannya tidak menumpuk di dasar kolam) dan mengurangi biaya produksi.

Lamanya proses pengeraman berlansung selama satu minggu. Hal tersebut menandakan telur akan menetas dan keluarlah larva ikan nila.

5. Pemeliharaan larva

Pemindahan larva ke kolam pemeliharaan disaat larva berumur 5-7 hari. Anda bisa menggunakan wadah berupa akuarium, kolam tembok, hapa atau kontainer plastik. 

Perlu diketahui bahwasanya larva sangat memerlukan protein tinggi, oleh karena itu perlu diperlukan pakan bisa berupa tepung halus 0,2-0,5 mm dan frekuensi pemberian pakannya sehari adalah 4-5 kali.

Anda juga bisa memberikan jenis pakan lain berupa telur ayam yang telah direbus. Yang diberikan ke larva ikan hanyalah kuning telurnya saja, adapun cara pemberiannya ialah dengan dimasukkan kedalam botol semprot dan dicampur dengan air secukupnya, dengan kadar pemberiannya 100 ml setiap kali pemberian.

Pendederan larva ikan nila berlangsung selama 3-4 minggu atau ukurannya sampai 2-3 cm. Apabila sudah berukuran seperti itu, maka harus dipindahkan ke kolam yang lebih besar dari sebelumnya karena seiring waktu ikan semakin besar maka akan membutuhkan wadah yang lebih besar pula.

Baca juga! Teknik Pemijahan dan Penetasan Telur Ikan Koi

6. Pendederan benih

Tahap pendedaran dilangsungkan pada saat ikan berukuran 2-3 cm dan membutuhkan wadah yang lebih luas tentunya. Pendederan berlangsung selama 1-1.5 bulan atau benih ikan nila mencapai ukuran target 10-12 cm.

Jenis pakan yang biasanya digunakan dalam tahap pendederan yaitu pelet dengan kandungan protein 20-30% dengan frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari.

Apabila ukurannya tidak mencapai ukuran untuk tahap pembesaran maka anda dapat melanjutkan pendederan tahap yang kedua, baru selanjutnya menuju tahap pembesaran.

7. Pencegahan dari hama dan penyakit

Pencegahan hama dan penyakit  sangat perlu dilakukan, karena mencegah merupakan suatu upaya pengendalian dari hal yang menyebabkan abnormal pada ikan. jadi apabila ikan sudah terkena penyakit akan sulit untuk disembuhkan, oleh karena itu upaya pencegahan perlu ditingkatkan.

Pemanenan dilakukan saat ikan sudah memenuhi kriteria panen. Pemanenan dilakukan pada saat pagi hari atau sore hari.

Itulah pembahasan berupa informasi mengenai teknik pemijahan ikan nila. Semoga artikel ini bermanfaat. Hanya itu informasi yang dapat penulis bagikan. Sekian, Terima kasih.