yHbrF5TUyfojciZ6PPqGZfgVLMhE6PEbcd4Lg8UO
Bookmark

Terumbu Karang: Habitat, Ekosistem serta Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhannya

Terumbu Karang

Berbicara tentang terumbu karang, banyak diantara kita mengaitkanya dengan laut. Hal tersebut sesuai dengan habitatnya terumbu karang. Terumbu karang akan hanya hidup atau terdapat di laut saja. 

Pengertian terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang hidup dan melakukan simbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut dengan zooxanthellae. 

Pada terumbu karang terdapat polip. Polip yaitu hewan laut yang jumlahnya banyak dan menempati terumbu karang, yang kemudian disebut dengan koloni .

Pada biasanya kita sering mendengar keberadaan terumbu karang di dalam perairan laut.. Terumbu karang hidup di perairan yang masih dapat ditembus oleh sinar matahari.

Jenis terumbu karang seperti ini adalah terumbu karang yang bersimbiosis dengan zooxanthellae dan ada juga jenis karang yang hidup di dasar lautan dan tidak dapat ditembus oleh sinar matahari dikarenakan jenis terumbu karang ini tidak bersimbiosis dengan zooxathellae sekaligus tidak membentuk karang pada biasanya.

Ekosistem terumbu karang yang terdapat diperairan daerah tropis berbeda dengan daerah non tropis. Bedanya yaitu ekosistem terumbu karang di daerah tropis sangatlah sensitif dengan perubahan lingkungan hidupnya, faktornya yaitu suhu, salinitas, dan juga sedimentasi.

Agar pertumbuhan terumbu karang optimal maka diperlukan juga kondisi lingkungan yang optimal pula. Suhu optimal untuk terumbu karang yang hidup ialah sekitar di atas 20 °C dan juga kondisi air yang jernih tidak berpolusi hal ini berpengaruh terhadap penetrasi cahaya oleh terumbu karang. 

Faktor-Faktor Penting yang Mempengaruhi Pertumbuhan Terumbu Karang

1. Suhu

Pengaruh suhu terhadap  terumbu karang sangatlah besar. Terumbu karang akan hanya hidup pada lingkungan yang suhunya hangat yaitu di atas 20 °C

2. Cahaya Matahari

Kebutuhan akan cahaya matahari oleh terumbu karang adalah sangatlah mendasar dikerenakan untuk keberlangsungan hidup terumbu karang, khususnya dalam proses fotosintesis.

Sebagaimana kita tahu bahwasanya cahaya matahari merupakan komponen utama dalam proses fotosintesis dan nantinya hasil dari fotosintesis yaitu oksigen akan berguna bagi organisme lainnya.

3. Lingkungan yang Tidak Tercemar

Pada umumnya kita menjumpai terumbu karang pada lingkungan yang kondisinya bersih alias tidak tercemar ini menandakan bahwasanya terumbu karan akan hanya hidup pada lingkungan perairan yang bersih. 

Lingkungan yang bersih sangatlah diperlukan agar kualitas perairan tetap terjaga dan juga memudahkan proses penetrasi cahaya.

4. Proses Fotosintesis pada Karang

Jadi zooxanthellae yang menghinggapi karang akan melakukan fotosintesis dan proses tersebut menyebabkan bertambahnya jumlah produksi kalsium karbonat dan secara outomatis karbon dioksida (komponen yang diperlukan dalam proses fotosintesis) akan hilang dan juga nantinya akan merangsang terjadinya sebuah reaksi kimia. 

Setelah fotosintesis dilakukan maka nantinya akan terbentuk terumbu yang akan menghasilkan cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat.

Semoga artikel ini dapat menambah pengatahuan anda semua. Ikuti kami terus untuk mengatahui Update-annya. Sekian, Terima Kasih.

Posting Komentar

Posting Komentar